AKI Melahirkan Masih Mengkhawatirkan
Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Indonesia masih mengkhawatirkan. Buktinya, jika dilihat dari Human Development Indeks (HDI), Indonesia masih ketinggalan, yakni peringkat 112 dari 177 negara.
Menurut Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat, Muhammad Yamin Waisale, AKI melahirkan dan bayi di Indonesia masih tinggi. Dibandingkan negara tetangga, Malaysia, AKInya 47/100.000 kelahiran hidup dan Srilangka 150/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Indonesia, 307/100.000 kelahiran hidup.
Begitu juga Angka Kematian Bayi (AKB)nya, menurut catatan SDKI tahun 2007 mencapai 35/1.000 kelahiran hidup.
Khusus untuk Sumbar, AKInya adalah 230/100.000 kelahiran hidup. Sementara, AKBnya 30/1.000 kelahiran hidup.
Kondisi itu, kata Waisale usai membuka sosialisasi kelangsungan hidup ibu bayi dan balita bagi pasangan usia subur di Nagari Sungai Naning Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, 10 November 2009, disebabkan karena letak daerah di Indonesia yang banyak pelosok dan terisolir. Sehingga, daerah tersebut kurang dijangkau.
Sebanyak 85 persen dari kematian ibu dapat ditekan asalkan masyarakat tahu dan mau berperan serta mengupayakan keselamatan. Usaha yang harus dilakukan dengan cara bekerja keras, terpadu, terintegrasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun tokoh masyarakat, terutama yang peduli terhadap keselamatan ibu melahirkan.
Selain itu, perlu dilakukan advokasi KIE ke semua elemen masyarakat agar berperan aktif dalam keselamatan ibu melahirkan. Dengan cara melakukan pemetaan jangkauan sosialisasi hingga ke pelosok nagari. Kembangkan desa siaga tahun 2010, meningkatkan pembinaan dan kapasitas serta frekuensi pembinaan kader. (Lenggogeni)
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )


