Penderita HIV/AIDS Sumbar Meningkat

Posted on Juni 19, 2008. Filed under: HIV/AIDS, IPKB, Tidak terkategori | Tag: |

Penyebaran HIV dan AIDS di Sumatra Barat bagaikan fenomena gunung es. Selama tahun 2006 penderita bertambah 337 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang angka pertumbuhan penduduk daerah ini.
“Kondisi ini perlu diwaspadai. Kita semua bisa terkena virus ini. Dari data yang kami dapatkan sebagian besar penderita adalah remaja yang berusia produktif. Dilihat dari kondisi ini menunjukan belum maksimalnya perhatian pemerintah terhadap penyakit mematikan ini,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumbar Firdaus Jamal, ketika berkunjung ke Singgalang, Kamis 29 November 2007.
Katanya tahun 2007, penderita AIDS dan HIV mencapai 272 orang, 125 penderita AIDS dan 24 orang penderita HIV. Jumlah itu meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dilihat dari fenomena gunung es tadi, menurut yang rasio yang direkomendasikan WHO, angka ini harus dikalikan 100 untuk melihat jumlah kasus yang sebenarnya yaitu 27.200 orang. Berarti ada 26.928 orang HIV positif di Sumatra Barat yang belum diketahui statusnya,” sebut Fidaus didampingi Koordinator Program Remaja Cemara Arfen Drinata.
Menurutnya, untuk mengetahui jumlah yang sebenarnya dibutuhkan dana yang cukup besar, sebab pemeriksaan darah AIDS dan HIV itu memakan dana yang cukup besar. Namun sayang dana tersebut belum memadai. Padahal dengan tersedianya dana diperkirakan mengurangi perkembangan penyakit tersebut di tengah masyarakat.
“Jika dana ada maka orang yang merasa sudah terkontaminasi virus-virus mematikan itu akan memeriksakan darahnya ke dokter. Tapi karena dananya besar mereka malas memeriksakan diri. Untuk pemeriksaan ke rumah sakit butuhkan dana Rp185 ribu/orang,” ujar Firdaus.
Disebutkannya, untuk obat pemerintah menyediakan obat secara gratis. Di Sumbar sendiri obta tersebut disediakan di dua rumah sakit di RS. M. Djamil Padang dan di RS. Ahmad Muctar Bukitinggi.
Untuk mencegah penularan penyakit ini, ada beberapa upaya yang telah dilakukan. Diantaranya upaya preventif perawatan pengobatan dan dukungan untuk orang HIV positif yang dilakukan oleh pemerintah, instansi, dunia usaha, akademisi, ormas. Namun Kenyatannya upaya-upaya yang dilakukan selama ini belum lagi insentif menyeluruh terpadu dan terkoordinasi dengan baik.
Sementara Maydeta Gama, yang juga anggota PKBI sumbar, mengatakan di hari AIDS tahun ini, dia berharap masyarakat tidak mengucilkan mereka yang terindikasi menderita AIDS dan HIV. Sebab bagaimanapun mereka adalah manusia.
“Kami berharap dengan meningkatnya penderita AIDS dan HIV, menjadikan tantangan buat kita semua. Terutama bagi generasi muda, sebab penyakit ini menular bukan dikalangan penjaja seks saja, tapi kita semua bisa terindikasi, jika tidak wasapada sejak dini,” terang Gama.

Meningkat
Sementara data Ditjen PPM dan PL Depkes RI per 31 maret 2007, kasus HIV dan AIDS di kalangan remaja meningkat segnifikan secara kuantitatif.
Sebanyak 424 kasus terjadi pada remaja usia 15-19 tahun. Ditambah 4.884 kasus HIV dan AIDS pada remaja usia 20-29 tahun dari 14.628 total kasus HIV dan AIDS. Artinya, 35,04 persen dari total kasus HIV dan AIDS di alami remaja.
Di Sumatra Barat, meski belum ada data tentang jumlah yang pasti kasus HIV dan AIDS yang menimpa remaja bukanlah hal yang baru. Bahkan di antara mereka menimpa siswa sekolah berusia di bawah 19 tahun. Yunisma

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: