Gaung Program KB Tidak Lagi Seperti Dulu

Posted on Juni 22, 2008. Filed under: KB |

PADANG – Program Keluarga Berencana (KB) tidak lagi bergaung kuat seperti dulu. Di zaman dahulu, ikon ‘dua anak cukup’ bisa begitu melekat sampai ke masyarakat di desa-desa. Tapi, sekarang jangankan gaungnya, komitmen pemerintah daerah saja masih banyak dipertanyakan kalau berkenaan dengan KB.

Melemahnya gaung program KB belakangan ini bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya kurangnya sosialisasi, pendanaan serta menyusutnya jumlah kader KB di daerah-daerah.
Seperti diungkapkan Sekretaris BKKBN Sumbar, Irawati, saat silaturrahmi pimpinan media cetak dan elektronik bersama sejumlah pejabat di lingkungan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Sumbar, Rabu (16/4) di Taman Sari Restoran, Padang.
Melemahnya program KB belakangan ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi program KB di daerah-daerah. Bila pada zaman orde baru di setiap daerah, sampai ke pelosok terpasang informasi Lingkaran Biru KB, pada masa sekarang barangkali cuma tersisa di beberapa tempat.
“Dulu, kita bisa lihat, begitu memasuki pelosok daerah, ada tuli¬san-tulisan yang mengkampanyekan KB. Bahkan anak kecilpun tahu menyebut KB. Selain itu, petugas lapangan KB atau kader KB sema¬kin berkurang, “ungkap Irawati.
Hal itu dibenarkan oleh Kabid KBKR BKKBN Sumbar, Nofrijal, jika dulu jumlah PLKB mencapai 700 orang, sekarang hanya ada sekitar 300 orang. Itu pun tenaga potensialnya sudah direkrut oleh lembaga lain.
PLKB kita jauh menyusut. Mereka yang potensial sudah direkrut untuk menjadi camat di kecamatan atau aparat di kenagarian. Sementara pengkaderan atau mencari kader lainnya mengalami kesu¬litan, ucap Nofrijal.
Ditambahkannya, selain tenaga, pendanaan juga dinilainya kurang memadai. Meski sudah dianggarkan melalui APBN, APBD dan DAK, tetapi belum memadai dibanding dana yang dianggarkan pemerintah untuk dunia pendidikan dan kesehatan.
Apalagi, dulu bahkan ada dana bantuan luar negeri yang jumlahnya cukup besar untuk sosialisasi KB. Sekarang, karena KB dianggap sudah bagus di Indonesia, pihak luar negeri tidak memberikan bantuan lagi untuk program ini.
Etna Estelita, Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga menilai perlunya program KB direvitalisasi. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali IPKB yang sudah mati suri sejak tahun 1985 lalu. Diharapkan melalui penulis dan jurna¬lis, program KB lebih tersosialisasi dengan baik sehingga tingkat kelahiran dapat diantisipasi. Lenggo

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: