Kekhawatiran Baby Boom dan Minimnya Jumlah PKB

Posted on Juni 22, 2008. Filed under: KB |

Mencegah baby boom jilid II, maka peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) jelas cukup banyak dibutuhkan. Sayangnya, pasca otonomi daerah setiap kabupaten/kota di Sumatra Barat jumlah PKB dan PLKB masih minim.
Berdasarkan data di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Sumatra Barat, saat ini jumlah petugas lapangan yang ada berjumlah 500 orang petugas. Sementara sebelum otonomi jumlahnya sekitar 700 petugas.
“Karena itu, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat masih dibutuhkan lebih kurang 300 petugas lapangan lagi,” jelas Kasi Advokasi KIE, BKKBN Sumbar, Elfa Zulmaini, S.E., M.Pd, awal April 2008.
Seperti contoh jumlah PKB/PLKB di Kota Pariaman sebanyak 5 orang dan PLKB Kabupaten Padang Pariaman berjumlah 68 orang.
Terkait dengan kinerja program KB di kawasan Kabupaten Padang Pariaman, Kepala Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana setempat, Gusnawati mengatakan, program KB sukses karena adanya kerja sama antara penyuluh dan masyara¬kat.
“Untuk menggenjot PKB dan PLKB dalam melakukan penyuluhan dilapan¬gan, kami berusaha memberikan reward (penghargaan) kepada mereka yang telah berhasil membawa akseptor baru,” terangnya.
Tampaknya, dukungan untuk mencapai keluarga sejahtera diberikan BKKBN Sumbar kepada PKB dan PLKB di setiap kawasan di daerah ini. “Pemerintah juga telah menyediakan dana pendukung bagi PLKB baru sebesar Rp50 ribu untuk setiap desa. Dana itu diberikan empat kali dalam setahun,” papar Kabid KBKR, Nofrijal mewakili kepala BKKBN Sumbar, Dipa Muhadi, S.E.
Di samping itu, setiap daerah kabupaten/kota juga menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Saat ini,untuk penyuluhan program KB di tahun 2008, Kota Paria¬man memperoleh dana sebanyak Rp1,5 miliar, termasuk di dalamnya, sekitar Rp500 juta berasal dari DAK.” terang Walikota Pariaman, Ir. H. Mahyuddin.
Dana tersebut juga dicairkan kepada setiap kecamatan dengan menyediakan satu unit sepeda motor, guna mempermudah PKB dan PLKB ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia mengharapkan agar ini juga diterap oleh kabupaten kota yang lain di Sumatra Barat.Lenggogeni

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: