Masihkah Ada Istilah Banyak Anak Banyak Rezeki?

Posted on Juni 22, 2008. Filed under: Tidak terkategori |

PADANG – Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit, istilah banyak anak banyak rezeki sepertinya tidak lagi tepat diterapkan. Sebab, jika memiliki banyak anak, mungkin kebutuhan keluarga terutama si buah hati tidak bisa tidak terpenuhi.

Demi mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, di tahun 2008 Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatra Barat gencar memberikan pelayanan KB gratis terhadap masyarakat, tapi diprioritaskan bagi keluarga miskin yang banyak anak. “Dalam memberikan penyuluhan pemasangan sekaligus manfaat mengunakan alat kontrasepsi, BKKBN Sumbar menjalin kerjasama dengan seluruh instansi pemerintahan, seperti kepolisian, Ikatan Bidan Indonesia, Dinas kesehatan, TNI Angkatan Darat, Korpri, Muhammadyah, Nahdatul Ulama (NU) dan departemen Agama,” ungkap PLH Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatra Barat, Sobban Asmuni. Selama bulan Januari hingga Juni 2008, BKKBN Sumbar telah mengadakan sejumlah kegiatan penyuluhan KB, seperti pada 22 Mei 2008, diadakan kerjasama dengan IBI Sumbar menggelar pencanangan bhakti IBI KB-Kes di GOR Singa Harau Kabupaten 50 kota serta menjalin kerja sama dengan Yayasan kanker Indonesia (YKI) Sumbar guna membahas deteksi dini kanker alat reproduksi, tanggal 26 April 2008 lalu, di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Selain itu, tanggal 21 juni mendatang BKKBN juga akan menggelar Bakti Sosial KB-Kes hut Bayangkhara ke-62 di Rumah sakit Kepolisian Jati Padang, Sumatra Barat. Setelah itu rencananya, BKKBN Sumbar juga melaksanakan kegiatan KB-Kes TMKK dan jambore serta penyambutan Harganas di bulan Juli mendatang. Pada setiap pelaksanaan kegiatan itu, BKKBN Sumbar selalu memberikan pelayanan alat kontrasepsi gratis (mobil pelayanan) dan penyuluhan arti pentingnya mengunakan KB. Salah satu penyuluhan itu dilakukan dengan cara menonton film KB yang diputar dengan mobil penerangan BKKBN Sumbar. Sehingga, selama bulan akhir April lalu BKKBN telah berhasil mencapai 26 persen peserta KB baru dari yang ditargetkan BKKBN Pusat sebanyak 123.000 aseptor. Semua peserta KB itu mengunakan alat kontrasepsi berupa, IUD, implant, kondom, Pil dan Tubektomi dan vasektomi. Khusus untuk jumlah peserta KB pria (Vasektomi) telah mencapai 50 orang aseptor atau 60 persen dari target 80 orang aseptor KB Pria. Sobban menilai, meningkatnya jumlah peserta KB vasektomi karena kesadaran kaum pria memasang alat kontrasepsi vasektomi di Sumatra Barat telah mulai tampak. “Selain itu, Pemasangan alat kontrasepsi Vaksektomi lagi ‘in’ (populer) bagi kaum bapak. Demi menjaga keharmonisan keluarga sekaligus mengatur jarak anak,” jelasnya. Lenggogeni

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: