Archive for Maret, 2016

IPKB Diharapkan Ikut Kampanyekan Program KKBPK

Posted on Maret 21, 2016. Filed under: Tidak terkategori |

PADANG – Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Sumatera Barat akan kembali diaktifkan. Terakhir, kepengurusan IPKB Sumbar dibentuk tahun 2011 lalu. Beberapa program kegiatan berhasil dilakukan, seperti menerbitkan Majalah Keluarga Paduka.

Namun, selama beberapa waktu, kepengurusan IPKB Sumbar mengalami kevakuman. Saat ini, BKKBN Sumbar berencana kembali mengaktifkan kepengurusan IPKB periode 2015-2020.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sumatera Barat, H.Nofrijal, MA saat konsolidasi kepengurusan IPKB Sumbar, Senin (14/3) di Padang berharap, IPKB dapat membantu mengkampanyekan program-program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Wadah IPKB, katanya, bisa menjadi tempat diskusi dan memberi masukan bagi BKKBN.

“Banyak program-program KKBPK yang bisa ditulis oleh para penulis atau jurnalis yang tergabung di IPKB. Seperti GenRe atau Generasi Berencana, Kampung KB, dan lain-lain,” kata Nofrijal didampingi Sekretaris, Mardalena Wati Yulia MSi, Kabid Advokasi KIE, Imran SE, Kabid Latbang, Gusrizal SE, Kabid KB KR, Etna Estelita dan Kabid KSPK , Elfa Zulmaini MPd,

Gusriyono Ketua IPKB
Dalam konsolidasi kemarin, Gusriyono dari inioke.com ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua IPKB Sumbar periode 2015-2020. Sementara sebagai Sekretaris Andika dari klikpositif.com dan Rina dari Harian Haluan. Gusriyono mengatakan dalam waktu dekat akan membentuk pengurus lengkap sekaligus konsolidasi untuk program-program kerja yang akan dilakukan. (rin/padangmedia.com)

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

BKKBN Galakkan Program Melalui Kampung KB

Posted on Maret 21, 2016. Filed under: Tidak terkategori |

bkkbn

PADANG – Pertumbuhan penduduk Indonesia masih mengkhawatirkan dan diperkirakan akan terus naik. Pada tahun 2050, penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 330 juta, masih menjadi negara ke enam dengan penduduk terbesar di dunia. Padahal, penduduk yang banyak dan tak terkendali berimplikasi pada banyak hal, seperti kerawanan pangan, kemiskinan, konflik sosial, kelangkaan sumber daya dan lain-lain.

Oleh karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ini berupaya menggalakkan program kependudukan dan KB dari berbagai lini. Salah satunya melalui pembentukan Kampung Keluarga Berencana. Kampung KB sekaligus merupakan pelaksanaan nawacita pembangunan yang diusung Presiden RI, Jokowi, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dan pembentukan SDM yang berkualitas.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, H.Nofrijal, MA, di Sumatera Barat saat ini baru ada dua Kampung KB, yakni Kota Padang (di Parupuk Tabing, red) dan Limapuluh Kota. Dalam waktu dekat akan diresmikan beberapa lagi, seperti di Pariaman, Payakumbuh dan Pasaman Barat. Sementara di nasional sudah lebih dari seratus Kampung KB yang diresmikan. Lokasi pertama Kampung KB yang dilaunching Januari 2016 adalah di Cirebon, Jawa Barat. Ke depan ditargetkan setiap kecamatan memiliki Kampung KB.

Dikatakan Nofrijal, wilayah yang ditetapkan sebagai kampung KB adalah wilayah setingkat jorong/dusun/RW dengan ciri-ciri padat penduduk dengan angka kebutuhan KB yang tidak terlayani dan pemakaian kontrasepsi yang tinggi.

“Selain itu, pemukiman kumuh, padat, pantai, bantaran kereta api, aliran sungai dan wilayah miskin. Juga wilayah terpencil, perbatasan, tertinggal, serta wilayah dengan potensi pariwisata, industri, sejarah dan wilayah sebagai realokasi bencana dan transmigrasi,” ujar Nofrijal didampingi sejumlah pejabat BKKBN Sumbar lainnya saat konsolidasi pengurus IPKB (Ikatan Penulis Keluarga Berencana) Sumbar di Padang, Senin (14/3).

Di antara program aksi yang dilaksanakan di Kampung KB adalah pemberian informasi yang benar terhadap kesehatan reproduksi bagi setiap remaja usia 10 sampai 24 tahun, setiap ibu hamil mendapatkan asupan gizi seimbang dan pemeriksaan kehamilan; informasi tentang kontrasepsi; melahirkan di fasilitas kesehatan modern; memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan mendorong menyusui anaknya selama dua tahun penuh. Selain itu, Balita diharapkan mendapatkan imunisasi lengkap di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, mendorong jarak kehamilan ideal 4 sampai lima tahun dan lain-lain.

Namun yang paling penting, kata Nof, adalah membangun sikap awal dan komitmen tokoh masyarakat terhadap pentingnya program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga. (rin/padangmedia.com)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...