BKKBN Galakkan Program Melalui Kampung KB

Posted on Maret 21, 2016. Filed under: Tidak terkategori |

bkkbn

PADANG – Pertumbuhan penduduk Indonesia masih mengkhawatirkan dan diperkirakan akan terus naik. Pada tahun 2050, penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 330 juta, masih menjadi negara ke enam dengan penduduk terbesar di dunia. Padahal, penduduk yang banyak dan tak terkendali berimplikasi pada banyak hal, seperti kerawanan pangan, kemiskinan, konflik sosial, kelangkaan sumber daya dan lain-lain.

Oleh karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ini berupaya menggalakkan program kependudukan dan KB dari berbagai lini. Salah satunya melalui pembentukan Kampung Keluarga Berencana. Kampung KB sekaligus merupakan pelaksanaan nawacita pembangunan yang diusung Presiden RI, Jokowi, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dan pembentukan SDM yang berkualitas.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, H.Nofrijal, MA, di Sumatera Barat saat ini baru ada dua Kampung KB, yakni Kota Padang (di Parupuk Tabing, red) dan Limapuluh Kota. Dalam waktu dekat akan diresmikan beberapa lagi, seperti di Pariaman, Payakumbuh dan Pasaman Barat. Sementara di nasional sudah lebih dari seratus Kampung KB yang diresmikan. Lokasi pertama Kampung KB yang dilaunching Januari 2016 adalah di Cirebon, Jawa Barat. Ke depan ditargetkan setiap kecamatan memiliki Kampung KB.

Dikatakan Nofrijal, wilayah yang ditetapkan sebagai kampung KB adalah wilayah setingkat jorong/dusun/RW dengan ciri-ciri padat penduduk dengan angka kebutuhan KB yang tidak terlayani dan pemakaian kontrasepsi yang tinggi.

“Selain itu, pemukiman kumuh, padat, pantai, bantaran kereta api, aliran sungai dan wilayah miskin. Juga wilayah terpencil, perbatasan, tertinggal, serta wilayah dengan potensi pariwisata, industri, sejarah dan wilayah sebagai realokasi bencana dan transmigrasi,” ujar Nofrijal didampingi sejumlah pejabat BKKBN Sumbar lainnya saat konsolidasi pengurus IPKB (Ikatan Penulis Keluarga Berencana) Sumbar di Padang, Senin (14/3).

Di antara program aksi yang dilaksanakan di Kampung KB adalah pemberian informasi yang benar terhadap kesehatan reproduksi bagi setiap remaja usia 10 sampai 24 tahun, setiap ibu hamil mendapatkan asupan gizi seimbang dan pemeriksaan kehamilan; informasi tentang kontrasepsi; melahirkan di fasilitas kesehatan modern; memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan mendorong menyusui anaknya selama dua tahun penuh. Selain itu, Balita diharapkan mendapatkan imunisasi lengkap di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, mendorong jarak kehamilan ideal 4 sampai lima tahun dan lain-lain.

Namun yang paling penting, kata Nof, adalah membangun sikap awal dan komitmen tokoh masyarakat terhadap pentingnya program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga. (rin/padangmedia.com)

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: