Keluarga di Sumbar Rata-rata Inginkan 4 Orang Anak

Posted on Januari 5, 2010. Filed under: KB | Tag: |

Program Keluarga Berencana (KB) di Sumatera Barat bisa dikatakan gagal. Pasalnya, Angka Total Fertility Rate (TFR), meningkat dari 3,2 menjadi 3,4 pada tahun 2009. Sumbar juga merupakan peringkat lima besar provinsi yang memberikan kontribusi negatif penurunan TFR di Indonesia.

Kegagalan tersebut juga disebabkan median umur kawin pertama wanita menurun menjadi 20 tahun. Peserta KB aktif cuma didominasi oleh peserta KB usia tua sehingga kurang memberikan dampak terhadap penurunan TFR. Serta jumlah anak rata-rata diinginkan keluarga empat orang.

“Sungguh amat disayangkan sekali, masyarakat di daerah ini kurang menyadari tujuan dan maksud program KB bagi pembangunan. Jika hal ini tidak direspon secara sungguh-sungguh, maka akan sangat mengkhawatirkan kondisi Sumbar ke depan terkait dengan semakin berkurangnya lahan produksi untuk pertanian yang saat ini telah mulai dipenuhi dengan kawasan-kawasan pemukiman baru sebagai akibat pertumbuhan penduduk tersebut. Sementara, di sisi lain, lahan produksi untuk pertanian di Sumbar tidak pernah bertambah,” kata Kepala BKKBN Sumbar, Muhammad Yamin Waisale, 29 Desember 2009 di Padang.

Padahal, katanya, program KB merupakan salah satu program pembangunan sosial yang mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM. Sebab, perannya memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka kriminalitas dan dampak buruk pencemaran lingkungan. Apabila terjadi ledakan penduduk, dikhawatirkan terjadi berbagai persoalan tingginya angka kriminalitas, dampak buruk lingkungan dan lain-lain.

Meski meningkat, tapi pada tahun 2010, BKKBN Sumbar tetap optimis mampu menurunkan sesuai dengan yang diharapkan pemerintah pusat, yaitu 2,2 per Wanita Usia Subur (WUS). Target lainnya, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) menjadi 1,44 persen, kesertaan ber-KB dari Pasangan Usia Subur (PUS) 67 persen dan median usia kawin pertama perempuan 21 tahun.

Strateginya, selain meningkatkan rasio Penyuluh Lapangan KB di daerah, juga dengan promosi manfaat alat kontrasepsi. Selain itu, BKKBN juga akan memberikan pelayanan pemasangan Alkon gratis kepada keluarga miskin, difokuskan pada daerahh yang minus pencapaian akseptor KBnya serta PUS. (Lenggogeni)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...