Pertumbuhan Penduduk di Sumbar Mengkhawatirkan

Posted on Januari 14, 2010. Filed under: Tidak terkategori | Tag: |

Sumatera Barat merupakan penyumbang nomor lima pertambahan penduduk di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Setiap tahun Wanita Usia Subur (WUS) berpotensi memiliki tiga hingga empat anak. Dari data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2003, Total Fertility Rate (TFR) masih 3,2. Tapi, pada tahun 2007, TFR malah naik menjadi 3,4. Padahal, TFR yang ingin dicapai pada akhir RPJM 2004-2009 di Sumbar adalah 2,8. Bila tidak ada intervensi pemerintah, maka dikhawatirkan akan terjadi baby boom.

Dampak ke depannya, bila pemerintah tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup, akan menyebabkan naiknya angka pengangguran dan kemiskinan.

Salah satu cara untuk mengatasi hal itu, kata Kepala BKKBN Sumbar, Muhammad Yamin Waisale, adalah dengan merevitalisasi program KB, menggeliatkan kembali pemasangan dengan Metode Kontrasepsi Jangka Pajang. Jenis alat kontrasepsi yang efektif dipakai dalam waktu lama adalah IUD, implant, Medis Operasi Pria dan Medis Operasi Wanita. Semuanya ditujukan bagi pasangan usia muda.

BKKBN Sumbar berusaha mengembalikan konsep Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera telah menjadi trade mark program KB di masanya. Tahun 2009 ini, BKKBN Pusat menargetkan pencapaian program KB di Sumbar sebanyak 130 ribu akseptor selama 2009. di antaranya dengan jumlah pemasangan IUD sebanyak 7.500 akseptor, vasektomi 200 akseptor, implant 24 ribu dan MOW 1.500 akseptor. (Lenggogeni)

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

2015, Penduduk Indonesia Diprediksi Capai 255,5 Juta

Posted on Januari 14, 2010. Filed under: Tidak terkategori | Tag: |

Bila program Keluarga Berencana (KB) mengalami stagnansi, penduduk Indonesia akan terus bertambah hingga mencapai 255,5 juta jiwa pada tahun 2015. Kondisi itu akan berdampak pada peningkatan kebutuhan pangan sebanyak 13,5 persen.

Deputi Bidang Informasi Keluarga Pemandu Kebijakan, Drs.Bahari Harahap saat Rakerda BKKBN Sumbar di Hotel Bumi Minang, 12 Maret 2009 lalu mengatakan, hal itu membuat tantangan program KB semakin berat ke depan. Karena, bila program KB ditingkatkan, akan terjadi penghematan sekitar 8 persen.

Berdasarkan analisis cost benefit program KB yang dilakukan oleh pakar, program KB sampai saat ini telah berhasil mencegah kelahiran sekitar 100 juta jiwa dan mempunyai manfaat besar bagi bangsa, misalnya mengatasi masalah kependudukan, menurunkan Angka Kematian Ibu melahirkan dan dapat menghemat pengeluaran pemerintah. (Lenggogeni)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...